🥳 Cerita Istri Solehah Terhadap Suami
2 Taat pada suami. Selama suami tak memintamu melakukan hal-hal yang melanggar aturan, maka ikutilah. Jadilah istri yang taat pada suami, karena hal itu bisa membuatnya senang. Jadilah taat kepadanya bukan karena harus atau takut, melainkan wujud rasa cintamu kepadanya. Istri yang taat bisa bikin suami bahagia dan bersyukur sudah mendapatkanmu, lho.
Search Mencari Datin Sepi. Menenun kasih dalam sepi yang terasing Saat kau pergi Lemasku bila tiadamu Uhhhh Berjalan tenang Acapkali dia membayangkan situasi di mana Noruyuni menjadi miliknya Mendongak aku ke langit senja ada pelangi aneka warna biru muda mungkin warnamu merah kesumba warna hatiku ingin mencoret puisi melontarkan bahasa mudah Namun Tapi kita luput satu hal Tapi kita luput
Naklagi sed1h, kawin setahun dua, datang khbar angin perangai isteri sebelum kawen Badan busuk punca suami curang Sedangkan istri kedua Fadil, Yeni Kurnia dinikahinya pada 2007 Jika pembaca lain memiliki kisah-kisah taubat yang menarik, bisa dibagi bersama dengan pembaca lain untuk dijadikan panduan hidup Malah dia gembira sebab aku rapat dengan Mak tiri dia Malah dia gembira sebab aku rapat
w6J0ZeX. DOSA-DOSA YANG PERLU KITA KETAHUI SEBAGAI ISTRI Berlebihan dalam menuntut kesempurnaan Banyak wanita bahkan keluarga si wanita menduga bahwa dengan pernikahan adalah surga untuk siperempuan karena terbebas dari kesusahan, beban berat, kesulitan terutama dalam hal materi. Tanggung jawab yang harus di laksanakan serta menghadapi segala problematika rumah tangga membuatnya mengira bahwa dirinya telah salah dalam memilih pendamping hidup. Tidak heran diera modernisasi saat ini banyak kita jumpai perceraian… semua bisa dilihat contohnya dari para publik figur, terlihat Perceraian seakan suatu keputusan yang sangat mudah untuk diambil. Tidak/kurang mempercantik diri di hadapan Suami Seorang suami membutuhkan sapaan dan perkataan yang lembut, ketika dia datang maka sambutlah dengan seperti itu sertakan pula senyuman dan riasan yang terbaik sehingga membuat segala lelah nya hilang melihat sang istri cantik dengan riang menyambutnya. Banyak berkeluh kesah dan kurang bersyukur Tidaklah seorang istri meremehkan setiap pemberian suami, menanggapi tidak puas akan nafkah yang diberikan suami dengan amarah, melupakan kebaikan suami ketika sedang marah. Allah SWT berfirman “Dan, tatkala Rabbmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” QS. Ibrahim 7 Menyebarkan problematika rumah tangga kepada orang lain Maka, seorang istri yang cerdas tentu menyembunyikan apa yang terjadi antara dirinya dan suaminya, bahkan kepada orang tua sekalipun, apa lagi kepada pihak-pihak yang lain. Terkecuali bila konflik telah menumpuk dan sulit dicari solusinya, maka ia meminta pendapat yang bijak sebagai solusi. atau, penunjukan perantara untuk mendamaikan suami istri telah menjadi solusi terakhir. Nazharat fi al-Usrah Al-Muslimah Kurang membantu suami dalam kebajikan dan ketakwaan Allah SWT berfirman “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” QS. Al-maidah 2 Membuat risau suami dengan banyak menjalin hubungan Bukan berarti istri harus memutus hubungan sosialnya sama sekali, tidak menyambung silaturrahim atau berkomunikasi dengan saudara dan teman perempuannya. Namun, yang diharapkan adalah bersikap adil dalam melakukannya, tanpa berbenturan dengan kepentingan suami dan keluarga. Menolak ajakan suami untuk bermesraan/ berhubungan Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ia berkata, bahwa Nabi SAW bersabda “Apabila seorang laki-laki memanggil istrinya diranjang lalu istri enggan untuk datang, maka para malaikat akan melaknatnya hingga pagi.” Lalai dalam melayani suami Hadist dari bibi Hushain bin Muhshan, yakni ketika Nabi SAW bertanya kepadanya, ” Apakah kamu mempunyai suami?” Ia menjawab, “Ya”. Beliau bertanya lagi, “Bagaimana posisimu terhadap suamimu?” Ia menjawab, “Aku tidak lalai darinya, kecuali apa yang tidak sanggup aku lakukan.” Beliau bersabda “Perhatikan posisimu terhadap suamimu, sebab dia adalah surgamu dan nerakamu.” Betapapun istri wajib melayani suami sebatas kemampuannya, namun suami tidak boleh membebani istri dengan pekerjaan diluar batas kesanggupannya. Hendaklah suami bersikap toleran dan membantu istri dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Memasukkan orang lain kedalam rumah tanpa seizin suami Bukhari meriwayatkan dari Abu urairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak halal bagi seorang perempuan untuk berpuasa sedangkan suaminya ada, kecuali dengan izin suaminya; dan tidak halal juga ia memberikan izin seseorang untuk masuk kerumah suami, kecuali dengan izin suami.” Keluar rumah tanpa izin dari suami Ibnu Qudamah berkata,”Seorang suami mempunyai hak melarang istrinya keluar dari rumah untuk satu keperluan yang menjadi keharusan baginya…” Allah SWT berfirman “Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu…” QS. Al-Ahzab 33 Menaati suami dalam kemaksiatan kepada Allah SWT Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam tindakan mendurhakai sang Khalik.” Lalai dalam mendidik anak-anak Diantara bentuk kelalaian dalam pendidikan anak adalah Mendidik mereka untuk bersikap pengecut, lemah dan gamang dalam menghadapi segala sesuatu Mendidik mereka untuk berpanjang lidah dan mudah mencela orang lain Mendidik mereka untuk kurang disiplin, urakan dan berprilaku menyimpang Mendidik mereka untuk bersikap keras dan melampaui batas dari apa yang ibu tetapkan terlalu pelit terhadap mereka. Menyebar luaskan rahasia tempat tidur Menjaga rahasia pernikahan secara umum dan rahasia tempat tidur secara khusus menjadi bukti keshalihan dan kesempurnaan akal istri. Allah SWT berfirman “…Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada…” QS. An-Nisa34 Mendeskripsikan wanita lain kepada suami Sebuah kesalahan bila istri menceritakan kepada suaminya karakter teman-temannya. Misalnya, “Si A cantik, kulitnya mulus, rambutnya terurai panjang…” karena barangkali si suami mempunyai watak atau peringai yang tidak baik. Sehingga, dengan leluasa suami memancing istri untuk berbicara, dan dengan santai istri menceritakan karakter kaum perempuan, hingga seakan – akan suami melihat mereka di pelupuk matanya. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata Nabi SAW bersabda “Janganlah seorang perempuan bergaul sangat dekat dengan perempuan lain, sehingga ia menceritakan sifat perempuan tersebut kepada suaminya, hingga seakan-akan si suami melihatnya sendiri.” Tidak setia kepada suami Tetap lah setia kepada suami, tidak hanya dalam keadaan mapan, tampan, bergelimang harta. Sebagai istri solehah pastinya tetap setia terhadap suaminya. Semoga bermanfaat dan semoga dapat menjadi pembelajaran diri sehingga menjadi istri ataupun insan yang lebih baik lagi, Amin. Ref Muhammad Bin Ibrahim Al-hamd “Dosa-Dosa Suami Istri”
Sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk patuh dan taat kepada orang tuanya, tetapi apabila sudah berumah tangga khususnya seorang wanita maka kepatuhan dan ketaatan kepada suaminya lebih utama penting dari pada patuh dan taat kepada orang tua dan/atau kepada saudara-saudara kandungnya, selama apa yang diperintahkan suaminya tidak mengingkari ketentuan Allah SWT, dan bahkan seoarang suami menjadi surga dan neraka bagi seorang kisah inspiratif islami berikut ini, seorang wanita atau istri sholehah yang taat kepada suaminya, tidak mendatangi panggilan orang tua dan keluarganya di saat ibunya sedang sakit parah, lantaran si wanita tersebut mengemban amanah / pesan suaminya yang pergi jihad yang melarangnya untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang. Namun meskipun tidak menjenguk ibunya yang sedang sakit parah dan bahkan sampai meninggal dunia, Ibu si wanita sholehah ini diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT lantaran memiliki anak yang patuh dan taat kepada seorang suami. Berikut adalah Kisah Istri Sholehah Patuh pada Suami yang Mengantarkan Ibunya ke SurgaKetika Rasulullah SAW masih hidup, tersebutlah seorang istri yang shalihah. Wanita setia ini begitu taat serta setia terhadap suaminya. Suatu hari, suaminya pergi berjihad untuk agama, sang suami hendak pergi memenuhi panggilan suci untuk berjihad dirinya beramanat pada istrinya.“Istriku tersayang yang kucintai, aku akan pergi untuk berjihad meninggikan kalimat-kalimat Allah, sebelum aku kembali pulang dari berjihad, kamu jangan pergi kemanapun dan jangan keluar dari rumah ini”.Setelah berpesan demikian pada istrinya, berangkatlah si suami menuju medan hari kemudian, datanglah seseorang kepada wanita tersebut yang mengabarkan bahwa ibunya sedang sakit parah. Orang yang diutus tersebut mengatakan pada wanita sholihah itu untuk segera menjenguk ibunya.“Ibumu saat ini sedang sakit keras, jenguklah dia sekarang”Dengan gelisah wanita tersebut menjawab; “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukannya tidak mau menjenguk, tapi saya dilarang keluar rumah sebelum suami saya pulang, tolong sampaikan permohonan maaf dan salam saya pada Ibu”. Dan si utusanpun pulang tanpa membawa wanita berlalu dan suami yang berjihad belum juga pulang. Keesokan harinya datang kembali seorang utusan yang mengabarkan bahwa ibu wanita tersebut meninggal dunia. Betapa sedih perasaan wanita sholehah ini, air matanya berlinang mendengar kabar ibu yang dicintainya telah pergi untuk selama-lamanya, bahkan disaat terakhirnya dia tidak berada tersebut berkata “sekarang Ibumu telah tiada, datanglah untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum beliau akan dikebumikan hari ini”. Namun istri yang shalihal ini sambil mengangis tersedu menjawab “Bukannya saya tidak mencintai ibu saya, tapi saya memegang amanah suami saya untuk tidak keluar rumah hingga dia pulang dan memberi saya izin”.Dengan berat utusan tersebut pulang. Mungkin karena kesal dan heran dengan sikap wanita tersebut yang tidak mau datang walaupun ibunya sakit keras hingga meninggal dunia, si utusan pun akhirnya mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah nada sedikit kesal ia berkata kepada Nabi SAW “Wahai Rasulullah, wanita itu sangat keterlaluan, dari mulai ibunya sakit hingga meninggal dunia dia tidak mau datang untuk menemui ibunya”Rasulullah SAW bertanya “Kenapa dia tidak mau datang menemui ibunya?”“Wanita itu mengatakan bahwa dia t idak mendapat izin untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang berjihad” Jawab utusan yang mengadu ke Rasulullah SAW Rasulullah SAW tersenyum, kemudian Beliau berkata “Dosa-dosa ibu wanita tersebut diampuni oleh Allah SWT karena dia mempunyai seorang puteri yang sangat taat terhadap suaminya”.Itulah kisah seorang istri yang sholehah yang patuh dan taat kepada suaminya yang pada akhirnya mampu mengantarkan ibunya ke surga karena dosa-dosa ibunya telah di ampuni oleh Allah SWT lantaran memiliki anak yang sholehah, taat kepada kalangan pesantren, kisah diatas sangat populer, karena kisah ini tertulis pada salah satu Kitab karya Syaikh Nawawi Al-Bantani yakni Kitab Uqudulujian, salah satu kitab terpopuler yang membahas tentang tata cara hidup berumah tangga secara SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 34 yang artinya; “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” QS. Al-Nisa’ 34.Dan juga Rasulullah SAW bersabda “Tidak boleh haram bagi wanita untuk berpuasa sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya. Istri juga tidak boleh memasukkan orang ke dalam rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Dan harta yang ia nafkahkan bukan dengan perintahnya, maka setengah pahalanya diberikan untuk suaminya.” HR. Al-Bukhari Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila wanita menunaikan shalat lima waktu, puasa sebulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya; maka disampaikan kepadanya masuklah surga dari pintu mana saja yang kamu mau.” Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 660.Dari beberapa pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa Ketaatan seorang istri kepada suami harus didahulukan daripada taat kepada orang tua dan/atau kepada saudara-saudara kandungnya. Di dalam kitab al-Inshaf 8/362, “Seorang wanita tidak boleh mentaati kedua orang tuanya untuk berpisah dengan suaminya, tidak pula mengunjunginya dan semisalnya. Bahkan ketaatan kepada suaminya lebih wajib.”sumber
ilustrasi TIADA ada perhiasan yang paling indah di muka bumi ini, kecuali istri yang ini bukanlah sekedar kutipan dari lagu semata melainkan memang benar pertanyaan ini mungkin akan muncul dalam hati ketika mendengar kata istri atau wanita soleha, masih adakah hari ini istri atau wanita soleha?Tentu jawaban setiap orang akan berbeda-beda tergantung dengan lingkungan tempat sering mengaku ingin menjadi istri soleha, ingin mendapat ridho suami dan masuk surga dari pintu manapun yang kita hal tersebut tentunya siapakah wanita solehah yang selalu di damba oleh setiap pria, dan bagaimana ciri-cirinya ?Adapun ciri-ciri istri soleha menurut Islam, sebagaimana dikutip dari laman yakni1. Penuh kasih sayangSalah satu ciri dari wanita soleha adalah mereka memiliki sifat lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang dengan orang-orang di ini sesuai dengan hadist Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.2. Berbakti pada suamiIstri yang solehah akan selalu berbakti kepada istri sadar bahwa untuk mendapatkan ridho Tuhan, mereka harus membuat suami mereka ridho karena itulah nabi mengajarkan kepada umatnya agar mencari seorang istri karena agamanya, bukan karena kecantikan, harta, ataupun hanya wanita yang memiliki agama yang baiklah yang bisa mewujudkan keluarga yang Menjaga rahasia suamiMenjaga rahasia keluarga merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh seorang berkaitan dengan hubungan suami ada kekurangan dari masing-masing pasangan di larang untuk menceritakannya kepada siapapun. Hal ini sesuai dengan hadistRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” HR. Ahmad 6/456,.5. Merias diri hanya untuk suamiBerbeda dengan saat ini dimana banyak wanita yang berdadan menor ketika keluar rumah, wanita sholehah hanya akan berdandan bila sedang berada di rumah dengan ketika keluar rumah seorang wanita wajib menutup aurat dan menyembunyikan kecantikannya. //Mereka para wanita sholehah berdandan untuk menyenangkan hati suaminya sehingga mendapatkan pahala dari apa yang dilakukannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. HR. Abu Dawud no. 1417.6. Melayani suami saat di rumahWanita yang baik adalah yang melayani suaminya dengan dalam Islam mengajarkan seorang istri dilarang untuk melakukan ibadah yang bersifat sunah seperti puasa, safar, atau ibadah lain tanpa persetujuan dari hal itu dikawatirkan akan menghalangi suaminya untuk istimta dengan Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaلاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa sunnah sementara suaminya ada tidak sedang bepergian kecuali dengan izinnya”. HR. Al-Bukhari – Muslim.7. Mensyukuri pemberian suamiSalah satu penyebab banyaknya wanita masuk ke dalam neraka adalah kufur tidak mensyukuri dengan apa yang telah diberikan suami kepada ini banyak sekali seorang istri yang durhaka kepada mendapatkan kebaikan dari suaminya selama setahun penuh dan ketika mereka mendapati kejelekan suaminya mereka berkata “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali”. //Oleh sebab itu sebagai seorang wanita sholehah wajib bersyukur dengan apa yang telah suami berikan. Karena azab yang sangat pedih telah Allah siapkan pada istri yang durhaka pada Shallallahu alaihi wa sallam juga pernah bersabdaلاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.Selain itu, terdapat juga 5 hal yang tidak layak dilakukan oleh istri yang soleha, sebagaimana dikutip dari laman ummionline, yakni1. Selalu melacak keberadaan suamiIstri cinta pada suami itu boleh saja, asal dalam kadar bila seorang istri yang terus-terusan meneror suami dengan pertanyaan "Kamu di mana? Sama siapa? Lagi ngapain?" setiap harinya beberapa kali, ini bisa menunjukkan sikap posesif yang bisa jadi masuk ke kadar berlebihan dan membuat pasangan merasa kalau suami ridho dan justru senang diperlakukan demikian oleh Selalu berkata kasarSeorang istri soleha tentunya tidak mara-marah pada suami, apalagi menyindir dan menyuruh suami dengan kasar dengan alasan hal itu dilakukan atas dasar soleha tidak melakukan hal seperti harunya tetaplah bersikap manis dan santun terhadap Menjauhkan Suami dari ibu ataupun keluarganyaKesal dengan mertua atau ipar? Kemudian menjauhkan suami dari keluarganya sendiri? Tentu istri soleha akan menghindarkan diri dari perkara seperti menjaga silaturahim antara suami dengan keluarganya, dan juga hubungan suami dengan keluarga Tidak bisa hidup tanpa suamiPara istri harus ingat, pinta pada Allah itu adalah hal yang pertama, cinta pada Rasulullah yang kedua, maka tidak ada kalimat "Tidak bisa hidup tanpa suami" dalam hidup seorang wanita tetaplah menjaga cinta pada pasangan dalam batas yang wajar dan tidak Selalu menolak ajakan suamiApapun alasannya, istri soleha semestinya bisa melayani suami dengan baik terutama mengenai hasrat ingin menolak, pastikan karena alasan yang memang diperbolehkan syariat.*
cerita istri solehah terhadap suami