🐢 Salah Satu Kelemahan Teknologi Produksi Adalah Permasalahan

Kelebihan Kelemahan dan Contoh Yang Berhubungan Dengan Pasar Oligopoli - Hallo sobat Murid.Co.ID kita berjumpa lagi dengan artikel kita kali ini, disini kita akan membahas tentang pasar oligopoli secara lengkap, jelas dan tersetru, di antara penjelasa dari kami ini di antaranya mulai dari pengertian, Kelebihan, Kelemahan dan contoh yang behubungan dengan pasar oligopoli, untuk lebih Biayapengiriman adalah salah satu biaya utama Amazon. Amazon sedang menjajaki beberapa opsi pemotongan biaya, termasuk "sarang" drone dalam batas kota untuk pengiriman jarak jauh dan kendaraan otonom. Zoox, akuisisi Amazon baru-baru ini, telah mendapatkan $ 1 miliar dalam pendanaan startup dalam 6 putaran. (Crunchbase) 6. Bollywoodtelah menjadi salah satu ikon dari India. Keberadaannya yang telah mendunia, membantu India mengenalkan jati dirinya melalui visualisasi film atau drama bollywood. Asal mula istilah Bollywood ialah sebagai gambaran dari "the India's Hollywood". Huruf B dalam Bollywood merupakan representasi dari kota Abstract Kegiatan bongkar muat merupakan salah satu komponen dari dwelling time di pelabuhan. Setiap permasalahan yang timbul dalam kegiatan bongkar muat berpotensi untuk meningkatkan dwelling Namun adanya konflik bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Proses penyelesaian konflik bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satu caranya yaitu dengan konsiliasi. Konsiliasi adalah cara penyelesaian konflik yang prosesnya dilakukan di luar pengadilan. Langkah awal dilakukannya konsiliasi adalah melalui seorang atau beberapa orang maupun Kelemahanadalah setiap faktor atau kondisi negatif yang berasal dari dalam agroindustri minuman kesehatan instant yang memungkinkan agroindustri tersebut mengalami kehancuran, kekalahan, dan penurunan keadaan. 5.2.3 Pemanfaatan Teknologi Teknologi merupakan salah satu penunjang kegiatan proses produksi yang ada di suatu usaha. Teknologi PERMASALAHANPERBANKAN DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI. Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Skripsidengan judul "Analisis Kendala Dan Solusi Pada Sentra Industri Keripik Tempe Dusun Sadang Desa Karangtengah Prandon Kabupaten Ngawi" ini ditulis oleh Trisna Ika Fajaryanti NIM.12402173119, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Ramatullah Tulungagung. Pembimbing: Hj. Amalia Nuril Hidayati, M.Sy. Keberadaan Usaha Kecil Salahsatu resiko terbesar pengusaha produk makanan ataupun minuman adalah mudah kadaluarsa karena terkontaminasi. Oleh sebab itulah mengapa Anda sangat memerlukan 525 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2019, 4(4), 517-528 mesin vacuum packaging ketika melakukan pengemasan. Pengembanganpadi hibrida merupakan salah satu terobosan upaya penigkatan produktivitas padi, karena memiliki potensi produksi yang lebih tinggi (10-20) dari padi inbrida. Beberapa rekomendasi strategis yang dapat diadopsi dan diaplikasikan guna memecahkan permasalahan di atas adalah : Pemilihan varietas dan teknologi budidaya yang sesuai Permasalahanperubahan iklim. Pertanian merupakan salah satu bentuk pengolahan sumber daya alam. Perubahan cuaca dan iklim secara langsung berdampak pada produk-produk pertanian, karena pada prinsipnya kehidupan tanaman tidak terlepas dari kondisi cuaca, musim, maupun iklim yang ada. Perubahan cuaca dan iklim mempengaruhi beberapa aspek Salahsatu hasil kemajuan teknologi di sub sektor hortikultura cukup dapat diandalkan, kehadiran beragam varietas hortikultura baru dengan jumlah dan jenis yang cukup banyak pada kurun waktu 2 dasawarsa terakhir. Produk lainnya seperti zat pengatur tumbuh (ZPT), pupuk, dan saat ini adalah berkembangnya teknologi biokultur SG6E. 7 Tantangan Industri Manufaktur & Cara Mengatasinya Secara umum, dapat dikatakan bahwa manufaktur merupakan kegiatan memproses suatu atau beberapa bahan baku menjadi barang lain yang mempunyai nilai tambah yang lebih besar. Kegiatan manufaktur dapat dilakukan oleh perorangan atau manufacturer maupun oleh perusahaan atau manufacturing company. Sedangkan industri manufaktur merupakan kelompok perusahaan sejenis yang mengolah bahan-bahan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang bernilai tambah lebih besar. Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya! Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Tantangan Kerap Dihadapi oleh Industri Manufaktur Ketahui lebih banyak tentang perkembangan industri manufaktur di Indonesia, apa saja tantangan industri manufaktur, dan bagaimana cara menghadapinya. Selain kondisi perekonomian nasional dan internasional yang tidak stabil, ada berbagai tantangan industri manufaktur yang harus dihadapi. Berikut ini adalah beberapa tantangan utama dalam industri manufaktur 1. Kesulitan dalam memprediksi permintaan produk Yang menjadi masalah utamanya adalah para produsen tidak memiliki alat pelaporan canggih yang memungkinkan mereka untuk memperkirakan berapa banyak yang harus mereka jual di beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Akibatnya, barang yang diproduksi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan. Agar dapat mengetahui berapa banyak permintaan pelanggan untuk setiap produk, maka setiap produsen sebaiknya memiliki perangkat lunak dengan fitur pelaporan yang akurat. Sebagai contoh adalah laporan akuntansi atau keuangan yang bisa memperlihatkan perkembangan bisnis, atau jenis laporan yang lain. Sehingga dapat memudahkan mereka dalam menargetkan penjualan serta memperkirakan berapa banyak produk yang sebaiknya mereka jual di masa depan. Selain memanfaatkan perangkat lunak untuk membuat prakiraan yang akurat, setiap produsen juga perlu melakukan pertimbangan berdasarkan kejadian-kejadian eksternal seperti pergerakan kurs mata uang, kenaikan harga bahan bakar minyak, tren pasar saat ini, dan lain sebagainya. Baca juga Perusahaan Manufaktur? Pastikan Software Keuangan Punya Fitur Ini! 2. Kesulitan dalam mengontrol persediaan Pengelolaan persediaan inventory control memang masih menjadi salah satu tantangan industri manufaktur. Tetapi berkat bantuan teknologi yang memberikan solusi otomatis seperti menggunakan aplikasi untuk monitor stok gudang, maka prosesnya akan menjadi lebih sederhana. Dengan aplikasi gudang pencatatan Anda akan terhindar dari human error dan akan menjadi lebih terorganisir. Namun sayangnya, saat ini masih banyak produsen yang bisnisnya berskala kecil, masih mengelola persediaan material mereka secara manual. Melakukan pengecekan stok gudang secara manual sangat tidak efisien dan rawan kesalahan yang dapat mengakibatkan ketidakakuratan dalam penghitungan. Untuk menghindari pembelian bahan baku dan peralatan yang tidak perlu atau untuk menghindari terjadinya kekurangan persediaan yang berujung pada ketidakpuasan pelanggan, strategi manajemen persediaan yang baik sangat diperlukan. Audit dan pemeriksaan inventaris secara rutin penting untuk dilakukan sebagai proses identifikasi terhadap ketidaksesuaian pada data dan jumlah barang yang sebenarnya. Barcode scanner juga dapat digunakan untuk mempercepat proses pengecekan. Baca juga Kenali Apa Itu Inventory Management System dan Metode Penggunaan 3. Kesulitan dalam meningkatkan efisiensi di pabrik, tantangan bisnis manufaktur Hingga saat ini produsen masih mencari cara yang efektif untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi di pabrik manufaktur mereka. Banyak produsen yang memilih untuk mengorbankan kualitas produk demi mengurangi biaya produksi. Tetapi cara ini justru akan menurunkan profitabilitas, sebab pelanggan yang tidak puas akan berhenti melakukan pembelian. Salah satu cara yang paling efektif untuk mengoptimalkan efisiensi di pabrik manufaktur adalah dengan modernisasi proses dan sistemasi alur kerja. Produsen perlu mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang membuang banyak waktu dan tenaga. Selain itu, produsen juga perlu mengurangi pembuangan material, mengoptimalkan penggunaan peralatan produksi dengan meminimalkan kerusakan, dan menyederhanakan rantai pasokan. Sistem Enterprise Resource Planning ERP dapat memfasilitasi semua hal tersebut sehingga dapat membantu produsen mencapai efisiensi yang optimal. Baca juga Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Jenis dan Contoh 4. Kesulitan dalam meningkatkan ROI Setiap produsen pasti ingin meningkatkan ROI dengan mudah. Pada umumnya, mereka memilih untuk memperbanyak produksi atau meningkatkan harga produk. Tetapi, hal ini bukanlah cara yang efektif terutama ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu sehingga dapat menurunkan daya beli konsumen. Peningkatan ROI dapat dilakukan dengan beberapa cara. Yang pertama adalah meningkatkan penjualan dengan strategi yang benar. Produsen perlu mendefinisikan return, sebab ROI dapat mencakup penjualan yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan, laba yang lebih besar, pengurangan biaya overhead atau sama dengan biaya produksi, retensi karyawan yang lebih tinggi, dan kepuasan pelanggan yang lebih baik. Kemudian, produsen perlu membuat tolak ukur untuk mendapatkan hasil investasi yang optimal. Yang kedua adalah memperbarui strategi pemasaran dengan memanfaatkan digital marketing, karena biayanya lebih murah daripada cara konvensional. Yang ketiga adalah mengurangi biaya produksi dengan mengubah desain atau material kemasan tanpa harus mengorbankan kualitas produk dan bernegosiasi dengan pemasok untuk memberikan harga diskon. Baca juga 5 Fungsi Aplikasi Inventory Barang bagi Bisnis e-Commerce 5. Kekurangan tenaga kerja yang berkualitas Hal tersebut dikarenakan saat ini pekerja manufaktur yang berkualitas dari generasi baby boomers sudah mulai meninggalkan pekerjaan mereka. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang berkualitas, produsen harus kreatif dalam melakukan perekrutan karyawan. Yaitu dengan mengandalkan berbagai online platform untuk mem-posting lowongan pekerjaan. Produsen harus benar-benar selektif saat memilih calon karyawan dan memastikan bahwa mereka mampu bekerja dengan cepat, sesuai dengan target, di bawah tekanan, dan tidak keberatan dengan jadwal kerja yang berubah. Selain itu, produsen juga harus dapat memfasilitasi karyawan baru dan karyawan lama dengan pelatihan secara berkala untuk membantu meningkatkan potensi karyawan tersebut. 6. Kesulitan dalam mengelola prospek penjualan Tantangan lain yang sering dihadapi oleh produsen adalah dalam hal mengelola dan memprioritaskan prospek penjualan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh produsen adalah memperlakukan prospek dengan cara yang sama. Padahal setiap prospek harus diperlakukan secara khusus, karena masing-masing memiliki karakter, preferensi, dan kebutuhan yang berbeda. Produsen juga sering kesulitan untuk mengidentifikasi prospek yang berpotensi sehingga mereka sering berfokus pada peluang-peluang yang tidak menjanjikan dan lupa melakukan follow up dengan prospek yang memiliki potensi tinggi menjadi pelanggan baru. Produsen harus benar-benar paham terhadap prospek mereka. Hal ini dapat dilakukan ketika tim penjualan menghubungi atau menemui prospek secara langsung, dan bisa juga dengan melihat informasi prospek. Produsen harus memiliki satu sistem yang memudahkan mereka untuk menyimpan, mengelola, dan melacak informasi prospek secara mudah. Jangan lupa juga penggunaan teknologi aplikasi keuangan untuk mencatat penjualan yang sudah terjadi. 7. Kebingungan pada kemunculan teknologi baru Kemunculan teknologi baru memang sering terjadi setiap tahunnya. Meliputi IoT, robot, dan perangkat lunak manufaktur. Kemunculan teknologi-teknologi canggih tersebut tentu saja membuat para produsen merasa kebingungan. Menghindari teknologi tentu aja bukan merupakan pilihan yang baik. Karena setiap produsen memang harus bisa beradaptasi terhadap perubahan apapun, termasuk teknologi, untuk dapat bersaing di industri manufaktur yang kompetitif. Saat ini, sudah ada aplikasi gudang online yang memudahkan dalam manajemen pengelolaan dan perhitungan persediaan. Akan tetapi, produsen sebaiknya tidak gegabah dalam membuat keputusan untuk mengimplementasikan solusi otomatis di pabrik mereka. Cara terbaik yang dapat produsen lakukan adalah dengan berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan dan melibatkan karyawan mereka untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi sehari-hari. Produsen juga perlu mempertimbangkan anggaran perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan siap untuk berinvestasi pada teknologi yang diinginkan atau tidak. Industri manufaktur di Indonesia dinilai lebih produktif dan dapat memberikan efek berantai secara luas sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku, memperbanyak tenaga kerja, menghasilkan sumber devisa terbesar, serta penyumbang pajak dan bea cukai terbesar. Kementerian Perindustrian juga telah mencatat beberapa sektor yang memiliki persentase kinerja di atas PDB secara nasional, diantaranya adalah industri logam dasar sebesar 9,94%, industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 7,53%, serta industri alat angkutan sebesar 6,33%. Hal tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis produk yang semakin meningkat, sehingga proses produksi pun akan meningkat sesuai dengan permintaan. Setelah mengetahui berbagai tantangan industri manufaktur cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi dan mengatasi tantangan tersebut, kini para pelaku industri manufaktur akan lebih mantap dalam melangkah ke depan. Gunakan bantuan sebuah software akuntansi online yang dapat memudahkan pengelolaan laporan keuangan bisnis. Software akuntansi Jurnal hadir dilengkapi dengan berbagai fitur terbaik yang dapat digunakan secara mudah dan praktis, salah satunya ERP Indonesia. Daftar sekarang dan lihatlah bagaimana aplikasi Jurnal dapat memberikan kemudahan dan keuntungan untuk bisnis Anda. Baik, Saya Mau Coba Aplikasi Akuntansi Jurnal Sekarang! Hay muchos beneficios de la tecnología en el proceso de producción. Pero, igual que en otros aspectos de la vida con cambiantes de los avances tecnológicos que se viene desventajas en el proceso de producción, incluyendo el aumento de los costos, la necesidad de capacitar a los empleados en las nuevas tecnologías, la necesidad de solucionar problemas cuando las máquinas se rompen y la necesidad de proteger el medio ambiente de la contaminación. los Costos de la Tecnología a Medida que la tecnología continúa mejorando así el deseo de las organizaciones de los más nuevos y mejores productos para ayudar a que el proceso de producción. El costo de la nueva tecnología es muy cara y con las actualizaciones que ocurren cada año o dos, es difícil para las empresas para mantener los altos costos asociados con las actualizaciones. Las empresas hacen lo mejor que pueden para mantenerse competitivo, pero no siempre pueden permitirse los más novedosos equipos. Costos de mano de obra Tecnología viene con los costes de formación. Aunque algunos la tecnología puede eliminar algunos de los empleados de mano de obra posiciones, las personas necesitan ser capacitados sobre cómo funcionan las máquinas y de las instrucciones de seguridad con respecto a cada máquina. Cada sesión de entrenamiento cuesta dinero y quita tiempo de funcionamiento de la empresa. Solución de problemas Incluso el más eficaz de los procesos de producción de riesgo la posibilidad de que las máquinas se descomponen. Una vez que una máquina se rompe es esencial para volver a levantarse y corriendo tan rápido como sea posible. Alguien en la planta debe saber cómo solucionar los problemas de cada máquina para intentar solucionar los problemas que pueden surgir para evitar tener que subcontratar a alguien para que venga a arreglarlo. Cada minuto de la máquina está abajo puede costar dinero a la organización. Ambiente Con los avances en la tecnología también viene incrementos en energía. Se necesita una gran cantidad de energía para funcionar plantas de producción. Con el aumento de la energía viene de la necesidad de más combustible, que a su vez cuesta dinero. La quema de combustibles fósiles causa de la contaminación que es malo para el medio ambiente y proporciona más problemas de seguridad para los empleados en cada planta. Las Desventajas de la Tecnologia en el Proceso de Produccion Hay muchos beneficios de la tecnologia en el proceso de produccion. Pero, igual que en otros aspectos de la vida con cambiantes de los avances tecnologicos que se viene desventajas en el proceso de produccion, incluyendo el aumento de los costos, la necesidad de capacitar a los empleados en las nuevas tecnologias, la necesidad de solucionar problemas cuando las maquinas se rompen y la necesidad de proteger el medio ambiente de la contaminacion. los Costos de la Tecnologia a Medida que la tecnologia continua mejorando asi el deseo de las organizaciones de los mas nuevos y mejores productos para ayudar a que el proceso de produccion. El costo de la nueva tecnologia es muy cara y con las actualizaciones que ocurren cada año o dos, es dificil para las empresas para mantener los altos costos asociados con las actualizaciones. Las empresas hacen lo mejor que pueden para mantenerse competitivo, pero no siempre pueden permitirse los mas novedosos equipos. Costos de mano de obra Tecnologia viene con los costes de formacion. Aunque algunos la tecnologia puede eliminar algunos de los empleados de mano de obra posiciones, las personas necesitan ser capacitados sobre como funcionan las maquinas y de las instrucciones de seguridad con respecto a cada maquina. Cada sesion de entrenamiento cuesta dinero y quita tiempo de funcionamiento de la empresa. Solucion de problemas Incluso el mas eficaz de los procesos de produccion de riesgo la posibilidad de que las maquinas se descomponen. Una vez que una maquina se rompe es esencial para volver a levantarse y corriendo tan rapido como sea posible. Alguien en la planta debe saber como solucionar los problemas de cada maquina para intentar solucionar los problemas que pueden surgir para evitar tener que subcontratar a alguien para que venga a arreglarlo. Cada minuto de la maquina esta abajo puede costar dinero a la organizacion. Ambiente Con los avances en la tecnologia tambien viene incrementos en energia. Se necesita una gran cantidad de energia para funcionar plantas de produccion. Con el aumento de la energia viene de la necesidad de mas combustible, que a su vez cuesta dinero. La quema de combustibles fosiles causa de la contaminacion que es malo para el medio ambiente y proporciona mas problemas de seguridad para los empleados en cada planta. Las Desventajas de la Tecnología en el Proceso de Producción Hay muchos beneficios de la tecnología en el proceso de producción. Pero, igual que en otros aspectos de la vida con cambiantes de los avances tecnológicos que se viene desventajas en el proceso de producción, incluyendo el aumento de los costos, la necesidad de capacitar a los empleados en las nuevas tecnologías, la necesidad de solucionar problemas cuando las máquinas se rompen y la necesidad de proteger el medio ambiente de la contaminación. Messages récents Perencanaan produksi ditentukan berdasarkan kapasitas produksi, ketersediaan SDM dan kemampuan proses. Aspek yang mempengaruhi kapasitas produksi adalah time base yang berbanding lurus dengan ketersediaan SDM. Kemampuan proses adalah tentang kesiapan aspek 4M melakukan eksekusi dari perencanaan produksi. Manajemen produksi menangani masalah aspek 4M meliputi Material, Machines, Man dan Metode dan agar dapat menjalankan proses produksi maka keempat aspek ini harus siap karena saling mempengaruhi. Namun pada pelaksanaannya meskipun di tahap perencanaan produksi sudah dimatangkan segala perhitungannya, masih ada kemungkinan timbulnya masalah sehingga menghambat proses produksi dengan hasil tidak sesuai seperti dalam perencanaan produksi di awal. Berikut 5 contoh masalah besar produksi dan bagaimana cara ampuh dalam mengatasi masalah tersebut versi seputarpabrikcom. 1. Target produksi tidak tercapai PPIC mengeluarkan schedule produksi berdasarkan waktu tertentu sesuai tipe order pelanggan. Jenis order yang short time dan variasi produk maka schedule produksi dibuat setiap minggu diberi label W dan angka seperti contoh W1821 yang diartikan sebagai Week ke 21 tahun 2018. Dalam 1 tahun maksimal sampai W01 sampai W52 yang dihitung sesuai jumlah minggu per tahun. Parameter output target produksi adalah rupiah atau dollar bagi industri yang penjualannya ekspor ke luar negeri dengan konversi terhadap metrik yang berhasil diproduksi seperti konversi tonase, volume, nilai bagian produk dan satuan quantitas lainnya. Masalah target produksi tidak tercapai adalah masalah paling besar yang dihadapi produksi karena akibatnya bisa mempengaruhi profit perusahaan, kepercayaan pelanggan dan stabilitas pekerjaan serta kesejahteraan karyawan. Beberapa faktor penyebab target produksi tidak tercapai Mesin produksi terjadi kerusakan dan tidak bisa dioperasikan Mesin produksi mengalami penurunan speed mesin atau speed proses karena sering error Autonomous maintenance, preventive maintenance dan predictive maintenance yang tidak terkoordinasi dengan baik antar departemen Operator mesin produksi berhalangan Rework Ketersediaan material Kesalahan proses Gangguan alam seperti banjir dan gempa bumi Ketersediaan utility seperti listrik padam Ketersediaan peralatan seperti terbatasnya alat angkat dan angkut sehingga pemakaian harus menunggu giliran Semua faktor penyebab diatas akan berdampak pada hilangnya time base. Anda bisa juga mencari faktor penyebab target produksi tidak tercapai dengan menganalisa dari six big losses mana yang mempengaruhi selanjutnya coba hitung produktivitasnya misalnya dengan menghitung OEE. Target produksi terpengaruh dengan time base yaitu target produksi berbanding lurus dengan kapasitas produksi dan berbanding lurus dengan time base. Cara ampuh mengatasi masalah tidak tercapainya target produksi adalah dengan mengejar hilangnyanya time base karena faktor di atas. Time base terdiri dari time base manual dan time base mesin. Cermati dari beberapa faktor penyebab hilangnya time base berpengaruh ke time base mana saja. Contohnya terjadi kerusakan mesin maka pertanyaanya adalah Apakah proses yang dilakukan di mesin bisa dilakukan manual? Apakah ada mesin produksi subtitusi? Apakah proses manual dikejar lebih cepat supaya bottle neck hanya di time base mesin sehingga ketika mesin hidup bisa langsung tancap gas? Koordinasi dan pemantauan ketat pada PIC perbaikan mesin dan dapatkan gambaran perbaikan kapan selesai sehingga dapat antisipasi merencanakan lembur. Kuncinya yaitu keseimbangan time base dan pengaturan flow process produksi. Ketika terjadi gangguan time base maka flow proccess harus efektif dan efisien, ibaratnya strategi bagaimana memenangkan pertandingan dalam kondisi terjepit. Target produksi tidak tercapai bisa menjadi sumber penyebab masalah produksi lainnya contohnya carry over. 2. Kuantitas produksi melebihi kapasitas produksi karena carry over Schedule produksi weekly adalah breakdown dari total schedule produksi yang sudah disepakati antara PPIC, Marketing dan Customer. Jadi dalam periode minimal 3 bulan berjalan, schedule produksi sudah ditetapkan dan dikonfirmasi dengan customer. Customer mengetahui kapan delivery order dan kapan produknya diterima. Parameter yang dilihat customer salah satunya adalah LPD atau Last Packing Date yang tercantum pada schedule produksi dan sales dan LPD ini merupakan kesepakatan bersama antara marketing dengan customer. Selain LPD pada schedule produksi dilengkapi dengan data main plant yang memproses permintaan order, order production number, receipe order date, last packing week, last packing date, quality external date, packing finish date dan confirm packing finish date base on aktual packing produksi. Masalah target produksi tidak tercapai akan memicu masalah pencapaian produksi melebihi dari kapasitas produksi karena terdapat 2 target yang harus selesai yaitu target utama produksi dan target penyelesaian yang tidak selesai di waktu sebelumnya atau carry over. Kedua target produksi tidak dapat ditunda sehubungan dengan sudah ditunggu schedule DO oleh customer. Cara ampuh mengatasi masalah jumlah target produksi melebihi kapasitasnya adalah subcount ke plant lain yang bisa melakukan proses produksi yang sama atau peminjaman SDM untuk mendayagunakan mesin produksi lainnya yang identik. Disini proses akan memerlukan efisiensi yang tinggi dengan tingkat kegagalan produk sangat kecil. Mengatasi masalah dengan menambah jam lembur karyawan hanya sebagai alternatif terakhir jika solusi pertama tidak dapat dilakukan. Tips dan Trik Ketika Anda diminta menghitung kapasitas produksi untuk perencanaan target produksi dari PPIC sebaiknya tidak memberikan data hitungan kapasitas produksi 100%. Data kapasitas produksi 100% merupakan dapurnya produksi yang bisa dirahasiakan. Data kapasitas produksi untuk perencanaan target produksi PPIC sebaiknya 85% karena Anda tidak tahu akan ada kendala apa saja selama proses produksi. 15% ini adalah safety Anda untuk persiapan menghadapi masalah yang menghambat proses produksi seperti salah satunya quality defect sehingga perlu tambahan time base untuk melakukan rework. 3. Quality defect Apa artinya quantitas produksi tercapai jika terlalu banyak masalah kualitas produk tidak standar. Cacat produk bisa terjadi pada setiap bagian proses produksi bahkan sebelum proses dimulai seperti pemakaian material dibawah standar mutu akibat usaha mencari bahan lebih murah atau permainan pemasok. Tanggung jawab QC incoming material yang independent memastikan standar mutu material dan menolak tegas material dengan standar rendah. Ketegasan produksi tidak menerima bahan material dibawah standar mutu, tidak melakukan proses produksinya dan tidak menyalurkan WIP yang cacat produk. Inilah cara ampuh pertama dalam mengatasi quality defect yaitu membangun kualitas sejak awal proses produksi. Selama perjalanan proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi finish goods ketahui titik mana yang paling banyak berpotensi menimbulkan cacat produk, apakah ketika seting mesin atau terjadi pada mesin produksi yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Gunakan analis 6M atau penerapan quality maintenance dalam mencegah reject berulang ketika seting mesin atau terjadi parameter error pada mesin produksi yang mengakibatkan cacat produk. Fungsi pengawasan kualitas setiap unit kerja bahwa masalah kualitas bukan saja urusan seorang pengawas tetapi tanggung jawab bersama. Operator produksi pun bisa menyumbang timbulnya cacat kualitas seperti saat handling proses dan handling WIP dan proses pekerjaan manual seperti proses finishing. Ciptakan antusiasme untuk membuat produk terbaik karena mutu harus diperjuangkan berdasarkan standar mutu yang ditetapkan. Budayakan prinsip control kualitas Tidak menerima barang cacat Tidak memproduksi barang cacat Tidak menyalurkan barang cacat Pada industri yang menerapkan JIT kontrol kualitas akhir finish goods dipegang customer sementara pada industri yang menerapkan AQL kontrol kualitas akhir ditangani pihak ketiga kepercayaan customer. Mencegah adanya penemuan defect finish goods oleh pihak eksternal tersebut dengan melakukan inspeksi kualitas pada finish goods secara random. Pertimbangkan kemungkinan membentuk team atau departemen QA atau Quality Assurance untuk menjamin produk yang diterima pelanggan tidak ada masalah kualitas sehingga kepuasan pelanggan selalu terpenuhi. Dalam pelayanan purna jual maka QA melakukan visit ke customer dan menyelesaikan masalah kualitas yang terjadi di customer secara teknik agar customer tetap puas. Jika QA secara teknik belum dapat memenuhi harapan customer maka alternatif terakhir adalah replacement produk yang bisa diajukan ke Marketing sesuai prosedur, hanya saja perkiraan biaya replacement bisa 3 kali harga produk sebelumnya. Kesimpulannya cara ampuh mengatasi masalah quality defect adalah dengan mencegah terjadinya cacat produk sejak awal proses sampai finish goods dengan tanggung jawab bersama. Terlalu banyak masalah defect berbuntut pada masalah produksi lainnya yaitu produk cacat akan dianggap sampah atau waste yang harus dimusnahkan. 4. Waste Waste atau sampah adalah produk cacat dan harus dimusnahkan, tidak boleh dijual ke karyawan atau dilempar ke pasaran bebas dengan harga miring karena suatu saat akan menimbulkan citra gagal produk. Jika jumlah reject tinggi maka waste tinggi. Maka cara ampuh mengatasi masalah waste sama dengan mengatasi masalah quality defect. Waste yang tingggi menyebabkan Output value tidak maksimal Permintaan waste memiliki prosedur panjang melibatkan persetujuan beberapa departemen sehingga timbul pemborosan waktu tunggu material Pemusnahan waste akan mengurangi time base Masalah kepercayaan owner Waste terjadi saat di finish goods dan WIP. Upaya untuk memperbaiki produk waste WIP sebenarnya bisa dilakukan hanya perlu diperhitungkan matang tentang pengurangan time base manual karena perbaikan memerlukan waktu lama. Pertimbangkan mana yang lebih cepat dan efisien antara perbaikan waste WIP atau tunggu material. Waste yang terjadi di finish goods segera dimusnahkan jangan dikecilkan dengan melempar penjualan ke karyawan. Support material sebagai pendukung material utama dapat menimbulkan waste pada kondisi kelebihan pemakaian diluar standar yang ditetapkan. Waste support material tidak mempengaruhi defect produk tetapi mempengaruhi time base yang hilang karena menunggu. Kesimpulannya jangan membiarkan jumlah waste tinggi karena bisa mengakibatkan masalah kepercayaan baik dari owner maupun dari customer. Jika kepercayaan customer turun atau hilang kemungkinan besar mereka akan menarik order yang berakibat pada masalah berikutnya yaitu sepi order. 5. Sepi order Sepi order dapat disebabkan oleh beberapa faktor Customer tertentu menurunkan kuantitas order karena faktor internal mereka seperti setiap akhir tahun terjadi penurunan order. Customer menarik order dan melimpahkan order ke competitor Customer menutup order karena pailit. Salah satu dari alasan di atas menyebabkan target produksi menurun kecuali Marketing berhasil mendapatkan customer lain sehingga jumlah order bisa tetap stabil. Untuk alasan customer menurunkan order dan menutup order akibat kebijakan mereka atau karena pailit merupakan urusan diluar batas produksi. Pertanyaan besar ditujukan apabila customer menarik order dan melimpahkan ke competitor. Apa yang salah dengan proses produksi? Ini menyangkut kepercayaan customer. Apakah proses produksi selalu delay? Apakah kualitas produk rendah? Apakah harga terlalu mahal? Jika jawabannya iya, 4 masalah besar di atas segera diperbaiki secara sempurna dengan cara ampuh yang sudah sepintas diuraikan. Mungkin masih ada harapan untuk mengembalikan kepercyaan customer supaya menurunkan ordernya kembali. Inilah cara ampuh untuk mengatasi masalah sepi order yaitu mengatasi permasalahan dari 4 masalah besar sebelumnya. Dampak sepi order produksi menyebabkan PPIC melakukan reschedule produksi untuk penurunan target produksi dari standar target.

salah satu kelemahan teknologi produksi adalah permasalahan